Indonesia, dengan lebih dari 17.500 pulau, adalah kepulauan terbesar di dunia. Diantara pulau-pulau tersebut, hanya pulau-pulau terbesar yang memiliki ketinggian permukaan tanah yang ideal untuk produksi kopi Arabika.
Indonesia, dengan lebih dari 17.500 pulau, adalah kepulauan terbesar di dunia. Diantara pulau-pulau tersebut, hanya pulau-pulau terbesar yang memiliki ketinggian permukaan tanah yang ideal untuk produksi kopi Arabika. Dari Barat ke Timur, pulau-pulau tersebut adalah Sumatra, Jawa, Bali, Sulawesi, Flores dan Papua. Para pecinta kopi menilai kopi dari wilayah-wilayah tersebut adalah beberapa kopi yang paling beraroma di dunia.
Salah satu sasaran SCAI adalah mengembangkan konsep “terroir” untuk kopi spesial Indonesia. Istilah dalam bahasa Perancis tersebut dapat diartikan bebas sebagai “sense of place”, dan berlaku untuk anggur dan produk-produk lainnya, yang ditanam di kawasan tertentu. Klik salah satu wilayah produsen Arabika dalam peta diatas untuk mengetahui lebih banyak mengenai terroir dari masing-masing wilayah. Anda juga akan mendapatkan links ke anggota-anggota SCAI dan deskripsi kopi yang mereka jual.
Banyak dari wilayah-wilayah penghasil Arabika di Indonesia adalah wilayah yang masih alami dan terpencil, habitat bagi sejumlah spesies tumbuhan dan hewan paling langka dan paling indah di dunia. Orangutan, badak dan macan hidup di hutan-hutan di Sumatra, sedangkan burung Cendrawasih dapat ditemukan diantara pohon-pohon besar yang menaungi kopi Papua. Lebih dari 4.000 spesies anggrek ditemukan di pulau-pulau penghasil kopi. Karena sebagian besar dari kopi spesial Indonesia tumbuh di bawah naungan hutan tropis, berarti para petani juga ikut melindungi ekosistem alamiah.




